Jenis-jenis Alur Cerita

Jenis-jenis Alur cerita dalam drama biasanya di kategorikan dalam beberapa  kriteria. Alur merupakan salah satu unsur dalam drama.  Alur merupakan jalan cerita atau urut-urutan peristiwa dalam drama. Alur terdiri dari banyak beberapa jenis.

Jenis-jenis alur cerita secara umum ada tiga.
1. Alur Maju. Alur maju disebut juga alur kronologis, alur lurus atau alur progresif. Yaitu alur cerita yang bergerak urut dari awal hingga akhir tulisan. Setiap bagian dari tulisan tertata dengan baik, sehingga pembaca tulisan pun takkan kehilangan setiap momen. Runutan peristiwanya dibangun seperti mendaki gunung kemudian menuruninya kembali. Perkenalan, pemunculan masalah, konflik, klimaks, antiklimaks, penyelesaian adalah fase dalam alur yang disusun secara urut dan tidak berloncatan.

2. Alur Mundur atau kilas balik. Alur mundur disebut juga alur tak kronologis, sorot balik, regresif, atau flash-back. Peristiwa-peristiwa ditampilkan dari tahap akhir atau tengah dan baru kemudian tahap awalnya. Dan perkenalan sebagai urutan fase terbalik yang sudah barang tentu akan membuat tulisan menjadi “berbeda” karena tuturan cerita akan terbalik dengan ditampilkannya amanat ataupun kesimpulan cerita terlebih dahulu, baru kemudian mengetahui masalah yang diakhiri dengan keterangan pelaku masalah tersebut.

3. Alur Campuran.  merupakan hasil paduan dari maju dan mundur ini, tentunya masih menggunakan 6 unsur penyusun plot. Meski demikian, susunannya dapat diganti dan disusun ulang tanpa berurutan. Namun, apapun awalnya penyelesaian akan tetap hadir di bagian belakang. Contohnya plot campuran antara lain konflik – pemunculan masalah – perkenalan – klimaks – antiklimaks – penyelesaian.

Dari ketiga jenis-jenis Alur cerita ini biasanya yang sering di gunakan adalah alur mundur atau kilas balik karena cerita akan terkesan lebih menantang membuat penasaran pembaca atau penonton.

Comments
1 Comments

1 comments:

R@rass said...

makasih y atas info nya

Followers