Komponen Ekosistem : Komponen Abiotik | Science and Biology

Komponen Abiotik

merupakan sekelompok benda tak hidup baik secara Kimia ataupun Fisik yang menjadi medium atau substrat atau tempat hidupnya makhluk hidup dalam suatu ekosistem. Komponen abiotik dapat berupa senyawa organik, senyawa anorganik, dan juga faktor yang memengaruhi distribusi organisme, yaitu:

1. Air.

Air merupakan faktor abiotik yang sangat penting untuk menunjang suatu kehidupan. Makhluk hidup membutuhkan air untuk tetap hidup. Semua sel dan jaringan terdiri atas air. Air merupakan media pelarut zat-zat yang dibutuhkan dan merupakan alat tranportasi zat makanan  dalam tubuh hewan dan tumbuhan. Air sangat mempengaruhi proses kehidupan. Ketersediaan air memengaruhi distribusi organisme dan kelangsungan hidup.

2. Udara

Udara merupakan komponen abiotik yang sangat diperlukan makhluk hidup. Hewan dan manusia menggunakan oksigen yang terdapat di udara untuk bernapas dan mengeluarkan karbon dioksida (CO2) ke udara. Sedangkan, tumbuhan mengambil karbon dioksida dari udara untuk proses fotosintesis dan menghasilkan oksigen sebagai produk sampingan. Oksigen ini dilepaskan ke udara untuk digunakan oleh semua makhluk hidup. Dengan demikian, terjadilah perputaran zat yang berlangsung terus menerus. Peristiwa ini menunjukkan adanya saling ketergantungan dan saling membutuhkan antara makhluk hidup dan lingkungannya. Jika udara tidak terjaga dengan baik maka akan muncullah polusi udara yang akan memberikan dampak buruk bagi lingkungan dan makhluk hidup sekitar bahkan bisa melenyapkan suatu ekosistem.

3. Tanah dan batu.

Tanah dan batuan berfungsi sebagai tempat hidup sekaligus tempat berpijak berbagai makhluk hidup dalam suatu ekosistem. Di dalam tanah terdapat zat hara yang merupakan mineral penting untuk mempertahankan proses di dalam tubuh, terutama bagi tumbuhan. Jenis tanah yang berbeda mempunyai kandungan unsur hara yang berbeda pula sehingga menyebabkan organisme yang hidup di dalamnya juga berbeda. Beberapa karakteristik tanah yang meliputi struktur fisik, pH, dan komposisi mineral membatasi penyebaran organisme berdasarkan pada kandungan sumber makanannya di tanah.

4. Suhu dan Temperatur

Proses biologi dipengaruhi oleh suhu dan temperatur. Mamalia dan unggas membutuhkan energi untuk meregulasi temperatur dalam tubuhnya. Suhu sangat mem pengaruhi lingkungan dan kehidupan makhluk hidup di lingkungan tersebut. Ada makhluk hidup yang mampu hidup di lingkungan dengan suhu rendah, ada pula makhluk hidup yang mampu hidup di lingkungan dengan suhu tinggi.

5. Cahaya matahari.

Intensitas dan kualitas cahaya memengaruhi proses fotosintesis. Air dapat menyerap cahaya sehingga pada lingkungan air, fotosintesis terjadi di sekitar permukaan yang terjangkau cahaya matahari. Di gurun, intensitas cahaya yang besar membuat peningkatan suhu sehingga hewan dan tumbuhan tertekan.

6. Iklim.

Iklim adalah kondisi cuaca dalam jangka waktu lama dalam suatu area. Iklim dibedakan menjadi 2, yaitu
  •  Iklim makro meliputi iklim global, regional dan lokal.
  • Iklim mikro meliputi iklim dalam suatu daerah yang dihuni komunitas tertentu.

7. Garam atau salinitas.

Konsentrasi garam memengaruhi kesetimbangan air dalam organisme melalui proses osmosis. Beberapa organisme terestrial beradaptasi dengan lingkungan dengan kandungan garam tinggi.

Komponen ekosistem masing-masing saling mempengaruhi sehingga menciptakan suatu ekosistem yang layak huni oleh makhluk hidup. Komponen abiotik yang baik adalah komponen yang dapat menyediakan sumber  pangan bagi makhluk hidup disekitarannya dan menjadi tempat tumbuh yang menjanjikan dan menunjang segala bentuk kehidupan didalamnya.

Comments
0 Comments

0 comments:

Followers