Penyebab Malaria | Tanda-tanda dan Gejala Malaria | Penyakit Malaria

Penyakit Malaria

adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit malaria yang merupakan golongan Plasmodium. Parasit protozoa penyebab penyakit malaria ini ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles. Protozoa parasit jenis ini banyak sekali tersebar di wilayah tropis dan subtropis terutama di daerah yang berhutan dan mempunyai iklim basah, seperti di Amerika, Asia dan Afrika.

Penyebab penyakit Malaria

adalah parasit Plasmodium yang terdapat pada nyamuk Anopheles. Setidaknya ada empat type plasmodium yang dapat meng-infeksi manusia:
  • Plasmodium falciparum,
  • Plasmodium vivax,
  • Plasmodium ovale, dan
  • Plasmodium malariae.

Tanda-tanda dan Gejala penyakit malaria

Menurut berat-ringannya tanda-tanda dan gejalanya, gejala malaria dapat dibagi menjadi 2 jenis:

A. Gejala malaria ringan (malaria tanpa komplikasi)

Meskipun disebut malaria ringan, sebenarnya gejala yang dirasakan penderitanya cukup menyiksa. Gejala malaria yang utama  yaitu: demam dan menggigil, juga dapat disertai sakit kepala, mual, muntah, diare, nyeri otot atau pegal-pegal. Gejala-gejala yang timbul dapat bervariasi tergantung daya tahan tubuh penderita dan gejala spesifik dari mana parasit berasal. Gejala malaria ini terdiri dari tiga stadium berurutan yang disebut trias malaria, yaitu :

1. Stadium dingin (cold stage)

berlangsung kurang kebih 15 menit sampai dengan 1 jam. Dimulai dengan menggigil dan perasaan sangat dingin, gigi gemeretak, denyut nadi cepat tetapi lemah, bibir dan jari-jari pucat kebiru-biruan (sianotik), kulit kering dan terkadang disertai muntah.

2. Stadium demam (hot stage)

berlangsung lebih dari 2 hingga 4 jam. Penderita merasa kepanasan (fever). Muka merah, kulit kering, sakit kepala dan sering kali muntah. Nadi menjadi kuat kembali, merasa sangat haus dan suhu tubuh dapat meningkat hingga 41oC atau lebih. Pada anak-anak, suhu tubuh yang sangat tinggi dapat menimbulkan kejang-kejang.

3. Stadium berkeringat (sweating stage)

berlangsung lebih dar 2 hingga 4 jam. Penderita berkeringat sangat banyak. Suhu tubuh kembali turun, kadang-kadang sampai di bawah normal. Setelah itu biasanya penderita beristirahat hingga tertidur. Setelah bangun tidur penderita merasa lemah tetapi tidak ada gejala lain sehingga dapat kembali melakukan kegiatan sehari-hari.

B. Gejala malaria berat (malaria dengan komplikasi)

Penderita dikatakan menderita malaria berat bila di dalam darahnya ditemukan parasit malaria melalui pemeriksaan laboratorium Sediaan Darah Tepi atau Rapid Diagnostic Test (RDT) dan disertai memiliki satu atau beberapa gejala/komplikasi berikut ini:
  • Gangguan kesadaran dalam berbagai derajat (mulai dari koma sampai penurunan kesadaran lebih ringan dengan manifestasi seperti: mengigau, bicara salah, tidur terus, diam saja, tingkah laku berubah)
  • Keadaan umum yang sangat lemah (tidak bisa duduk/berdiri)
  • Kejang-kejang
  • Panas sangat tinggi
  • Mata atau tubuh kuning
  • Tanda-tanda dehidrasi (mata cekung, turgor dan elastisitas kulit berkurang, bibir kering, produksi air seni berkurang) Perdarahan hidung, gusi atau saluran pencernaan
  • Nafas cepat atau sesak nafas
Penyebab malaria yang paling utama adalah karena penularan parasit malaria yang dibawa oleh nyamuk Anopheles. Tanda-tanda dan gejala malaria yang paling umum adalah deman spesifik dimana tubuh terasa panas, namun penderita merasakan kedinginan yang amat sangat. Semoga bermanfaat.

Ref :
http://mypotik.blogspot.com/2011/05/tanaman-artemisia-penakluk-penyakit.html
http://www.infodokterku.com/index.php?option=com_content&view=article&id=23:pengenalan-penyakit-malaria&catid=25:penyakit-menular&Itemid=18
http://www.infopenyakit.com/2008/04/penyakit-malaria.html

Comments
0 Comments

0 comments:

Followers